1. Meresponi kasih Kristus dan sebagai fondasi pelayanan, guru harus memiliki relasi yang bertumbuh dengan Dia.
    1. Guru memahami Alkitab, Firman Allah, dan membiarkan Firman itu memimpin hidup mereka.
    2. Guru mengasihi Allahdan sesama.
    3. Guru menghasilkan buah Roh.
    4. Guru melakukan disiplin rohani.
    5. Guru berperan serta dalam Tubuh Kristus, yaitu Gereja.
    6. Guru memuridkan segala bangsa.
    7. Guru mengasihi ciptaan Allah.
  2. Dari hasrat untuk mengasihi Allah dan diubahkan melalui pembaharuan akal budi, guru menyampaikan cara pandang dunia yang berpusat pada Kristus.
    1. Guru menyampaikan jawaban Alkitabiah untuk pertanyaan-pertanyaan kehidupan yang besar.
    2. Guru menjelaskan kerangka kerja penciptaan-kejatuhan-penebusan-pemulihan/penggenapan.
  3. Untuk mengasihi Allah dan mempengaruhi dunia bagi Dia, guru mengaplikasikan cara pandang pendidikan yang berpusat pada Kristus.
    1. Guru menyampaikan filosofi pendidikan yang berpusat pada Kristus.
    2. Guru menyampaikan implikasi filosofi pendidikan yang berpusat pada Kristus.
    3. Guru menyampaikan kerangka kerja cara pandang pendidikan.
    4. Guru menyampaikan bahwa targetnya adalah murid-murid memahami lalu mengaplikasikan sudut pandang Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    5. Guru menyampaikan bahwa apa yang dan apa yang tidak dipamahi dan diapliaksikan murid-murid tentang sudut pandang Alkitabiah.
  4. Untuk menolong murid mengasihi Allah dan mempengaruhi dunia bagi-Nya, guru mengembangkan kurikulum yang dapat dipahami murid, lalu mereka mengaplikasikan perspektif Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    1. Guru mengembangkan, mendokumentasikan, dan menjelaskan tujuan belajar seluruh sekolah yang dapat dipahami murid, lalu mereka mengaplikasikan perspektif Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    2. Guru mengembangkan, mendokumentasikan, dan menjelaskan tema kurikulum seluruh sekolah yang dapat dipahami murid, lalu mereka mengaplikasikan perspektif Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    3. Guru mengembangkan, mendokumentasikan, dan menjelaskan perspektif Alkitabiah dalam mata pelajaran akademis mereka.
    4. Guru mengembangkan, mendokumentasikan, dan menjelaskan standar isi dan keahlian yang dapat dipahami murid, lalu mereka mengaplikasikan perspektif Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    5. Guru menyampaikan perspektif Alkitabiah dari isi dan keahlian yang mereka ajarkan.
    6. Guru mengembangkan, mendokumentasikan, dan menjelaskan pemahaman perspektif Alkitabiah yang akan diplikasikan dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    7. Guru mengidentifikasi dan mendokumentasikan menu penilaian formatif dan sumatif yang otentik yang mengukur pemahaman dan aplikasi perspektif Alkitabiah murid dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    8. Guru mengidentifikasi dan mendokumentasikan menu strategi pengajaran yang efektif yang melibatkan murid dalam mehamami dan mengaplikasikan perspektif Alkitabiah murid dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
  5. Untuk menolong murid mengasihi Allah dan mempengaruhi dunia bagi-Nya, guru merancang dan mengimplementasikan rencana unit agar murid memahami dan mengaplikasikan perspektif Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    1. Gumerancang dan memberi pertanyaan penting yang memprovokasi murid untuk menghubungkanp erspektif Alkitabiah, isi dan keahlian mata pelajaran, dan hidup.
      1. Guru merancang pertanyaan penting yang efektif.
      2. Guru menggunakan keahlian mendengar dan bertanya ketika menanyakan pertanyaan penting.
    2. Guru mendokumentasikan dan mengajar murid isi Alkitab sehingga murid dapat menyatakan perspektif Alkitabiah dan mengaplikasikan perspektif Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    3. Guru mendokumentasikan dan mengajar murid keahlian yang diperlukan sehingga murid dapat menyatakan perspektif Alkitabiah dan mengaplikasikan perspektif Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    4. Guru merancang dan memberi penilaian yang mengukur pemahaman murid dan aplikasi perspektif Alkitabiah dalam isi/keahlian mata pelajaran dan kehidupan.
      1. Guru merancang beragam penilaian formatif dan sumatif yang berkualitas dan otentik yang menuntut murid menghubungkan perspektif Alkitabiah, isi dan keahlian mata pelajaran, dan hidup mereka.
      2. Guru menggunakan rubrik untuk memperjelas ekspektasi, menilai pembelajaran murid dan memberikan tanggapan.
      3. Guru memberikan tanggapan yang spesifik dan cepat berkenaan dengan pemahaman murid dan aplikasi perspektif Alkitabiah dalam isi/keahlian mata pelajaran dan kehidupan.
      4. Guru menggunakan data penilaian untuk memodifikasi pengajaran berkenaan dengan pemahaman murid dan aplikasi perspektif Alkitabiah dalam isi/keahlian mata pelajaran dan kehidupan.
  6. Untuk menolong murid mengasihi Allah dan mempengaruhi dunia bagi-Nya, guru merancang dan mengimplementasikan rencana pelajaran agar murid memahami dan mengaplikasikan perspektif Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    1. Guru menggunakan model rencana pelajaran yang efektif yang menumbuhkan pemahaman dan aplikasi murid tentang perspektif Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    2. Guru menggunakan strategi pengajaran yang efektif yang melibatkan murid dalam memahami dan mengaplikasikan perspektif Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    3. Guru mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan belajar murid berkenaandengan pemahaman dan aplikasi murid tentang perspektif Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
  7. Untuk meningkatkan aplikasi perspektif Alkitabiah murid dalam isi/keahlian mata pelajaran dan kehidupan, guru berkolaborasi dengan guru-guru lain.
    1. Guru berpartisipasi dalam komunitas pembelajaran profesional yang menetapkan tujuan pembelajaran murid berkenaan dengan pemahaman dan aplikasi murid tentang perspektif Alkitabiah dalam isi dan keahlian mata pelajaran, dan dalam hidup mereka.
    2. Guru berpartisipasi dalam komunitas pembelajaran profesional yang memberikan dukungan, dorongan, dan pertanggunjawaban untuk mencapai tujuan-tujuan pembelajaran murid melalui mentoring, pelatihan, dan interaksi kelompok.
    3. Guru memberikan kontribusi dalam kumpulan materi pembelajaran yang berkualitas berkenaan dengan perspektif Alkitabiah.
    4. Guru memimpin lokakarya perspektif Alkitabiah bagi guru-guru lain.

oleh Michael Essenburg dan Harold Klassen

You have no rights to post comments